Oleh: karenakata | 07/04/2017

Catatan di Ujung Malam

Lembaga publik yang tidak dikelola di bawah standar dan kesadaran untuk publik akan kelihatan lembaga paling tolol.

Leadership yang lemah, sumber daya manusia di bawah rata-rata, sistem yang berkarat membuat birokrasi tersendat dan atmosfir kerja yang membuat kinerja rendah, adalah masalah-masalah yang dapat dilihat secara nyata. Kalau urus pangkat, urus sendiri, itu urusan elu, bukan urusan lembaga. Urus sendiri ke pusat, kalau tak dikawal, hilang dijalan, buat permohonan baru, minta tanda tangan ke sana kemari. Lelah kita dibuatnya. Jangan lupa selip amplop di setiap meja. Baca Lanjutannya…

Oleh: karenakata | 24/03/2017

Zhalim!

Setelah mendapatkan beasiswa sertifikasi dihentikan. Enam bulan setelahnya, tunjangan fungsional dihentikan pula. Tunjangan fungsional akan digantikan dengan tunjangan tugas belajar. Tetapi cairnya lama, bisa-bisa setelah kuliah baru sampai ke saku. Birokrasinya panjang dan lama. Lorong berliku dan gelap.

Pada sisi lain, ada juga penerima beasiswa yang masih menerima sertifikasi hingga enam bulan kuliah. Alasannya, laporan sertifikasi berlaku ke depan, bukan ke belakang. Umumnya terjadi pada penerima beasiswa dari swasta. Teman-teman di timur, banyak yang mengakuinya.¬† Baca Lanjutannya…

Aku punya enam perempuan, yang aku sayang sekaligus. Perempuan-perempuan ini membuat rindu selalu ingin kembali pulang dalam setiap perjalanan. Entah lama, entah sebentar, yang jelas mereka tempat aku pulang. Merekalah rumahku paling indah dan paling nyaman.

Siapa mereka? Baca Lanjutannya…

Oleh: karenakata | 03/03/2017

Doktor Tambo Menggugat!

tambo-2Penulis Buku Menggugat Pemahaman Tambo Minangkabau, Dr. Sheiful Yazan, M.Si membacakan gugatannya terhadap fenomena kehidupan di Minangkabau kekinian, saat Peluncuran buku terbarunya, Menggugat Pemahaman Tambo Minangkabau.

“Kenapa harus Minang Book Fair, Minang Mart, kenapa tidak Pesta Buku, Pasar Buku, Lapau Minang, lihat di jawa sana lokalitas sudah digalakkan sedemikian rupa,” kata Dr. Sheiful Yazan, M.Si Tuanku Mangkudun, ketika Peluncuran Buku terbarunya, di arena Minang Book Fair, Masjid Raya Sumbar, Kamis (2/2/2017) Malam. Baca Lanjutannya…

Oleh: karenakata | 06/02/2017

Dakwah Entertainment dan Sertifikasi Mubaligh

KOMENTAR

Dakwah Entertainment

dan Sertifikasi Mubaligh

ABDULLAH KHUSAIRI

whatsapp-image-2017-02-06-at-11-10-36-am-1Menteri Agama Republik Indonesia, Lukmanul Hakim melempar wacana sertifikasi bagi mubaligh. Sertifikasi dimaksud agar mimbar-mimbar masjid tidak menjadi tempat menebar kebencian dan caci maki. Mereka yang naik ke mimbar-mimbar harus terseleksi. Bukan sembarang orang saja.

Sebenarnya ini adalah wacana lama, yang sudah diperbincangkan berkali-kali di kalangan praktisi, pengamat dan akademisi di ruang seminar-seminar Ilmu Dakwah. Namun wacana ini belum pernah mencapai titik temu, sehingga belum bisa membentuk sistem sertifikasi dan lembaga mana saja yang punya kompetensi untuk melakukannya. Ada pikiran, organisasi keagamaan seperti MUI, Muhammadiyah, NU, Perti, Persis, yang mengelola. Ditambah dengan lembaga pendidikan, seperti Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ushuluddin. Lagi-lagi, semua itu masih belum terealisasi. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori